20 Mei 2011

In Harmonia Progressio

0 comments
Adalah motto Institut Teknologi Bandung yang berarti "Progress in Harmony" atau "Kemajuan dalam Keseimbangan". Kemajuan memang mestilah tidak merusak segala keseimbangan yang ada. Kemajuan tak boleh merusak tatanan sosial masyarakat, tak boleh mengganggu keseimbangan alam, tak boleh mengganggu proses baik lainnya yang telah berkembang lebih dulu. Kira - kira begitulah yang dipegang oleh para pendiri dan orang - orang terdahulu institut ini menurutku.

Namun hari ini, apa yang terjadi dengan kita?
Institut ini sibuk tak menentu demi mengejar gelar World Class University (WCU). Melaksanakan syarat - syaratnya agar secara resmi disahkan dan diakui dunia internasional, dengan terlalu cepat. Aku ulangi, dengan terlalu tergesa-gesa!
ITB mungkin telah siap untuk itu. Tetapi apakah masyarakat Indonesia siap? Pendidikan anak bangsa telah baikkah? ITB sudah mencerdaskan bangsa secara menyeluruh kah ?

Kita telah melakukan kemajuan tanpa keharmonisan!
Apa motto ITB telah diubah menjadi "In Disharmonia Progressio"?

Untuk apa kampus ITB di Malaysia?
Padahal pendidikan di negeri sendiri saja masih carut - marut. Padahal institut ini disahkan oleh Bung Karno untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sendiri lebih dulu.
Mengapa tak mencari cara agar biaya pendidikan anak negeri lebih murah?
Mengapa riset kebanyakan adalah riset - riset yang melangit? Bukankah lebih baik jika riset kita adalah memberikan solusi untuk banyak permasalahan bangsa? Menemukan sesuatu yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas?

Apakah para pemegang kebijakan kampus ini telah gagap dalam memaknai nilai - nilai? Memaknai Motto ITB?
Atau, apakah aku sebenarnya yang gagap memaknainya?

Melalui tulisan yang penuh pertanyaan ini, aku berharap pembaca juga membantuku memikirkan jawabnya. Karena kampus ini adalah tempat bertanya, dan harus ada jawabnya. Seperti tulisan Pak Wiranto Arismunandar, seorang mantan rektor ITB, pada tugu Plaza Widya Nusantara :

"Supaya kampus ini menjadi tempat anak bangsa menimba ilmu, belajar tentang sains, seni, dan teknologi.
Supaya kampus ini menjadi tempat bertanya, dan harus ada jawabnya.
Supaya kehidupan kampus ini membentuk watak dan kepribadian.
Supaya lulusannya bukan saja menjadi pelopor pembangunan, tetapi juga pelopor persatuan dan kesatuan bangsa."

Harapan beliau melalui tulisan tersebut adalah bahwa kampus ini dapat selalu menjadi pusat berkembangnya sains, teknologi, dan seni. Kampus ini juga menitikberatkan pada pembentukan jiwa kritis dan solutif dari civitas akademika-nya, bahwa kita mesti bertanya tentang banyak hal dan menemukan sendiri jawabannya. Kritik tanpa solusi hanya akan membuat masalah menjadi semakin rumit. Harapan beliau, kampus ini bukanlah kampus yang meluluskan sarjana dengan skor - skor dan indeks prestasi kosong tanpa makna, tapi membentuk watak dan kepribadian, sehingga lulusan-lulusannya bukan saja pelopor pembangunan tapi juga pelopor persatuan dan kesatuan bangsa.

Kepada rekan-rekanku, mahasiswa ITB. Aku ingin mengingatkan kembali kepada kita semua akan janji dan ikrar mahasiswa ITB yang dulu pernah kita ikrarkan pada sidang terbuka saat kita diterima di kampus ini. Apakah kita telah melaksanakannya? Apakah kita telah menanamkannya dalam hati? Atau jangan-jangan, kita telah lupa bahwa kita pernah mengucapkannya?

Janji Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Kami..
Segenap mahasiswa Insitut Teknologi Bandung
Demi Ibu Pertiwi, berjanji
Akan menuntut ilmu,
Keterampilan dan watak penghayatan
Dengan ketekunan dan kesadaran
Bagi kesejahteraan Bangsa Indonesia
Peri kemanusiaan dan peradaban
Berdasarkan Pancasila

Kami berjanji..
Akan menegakkan dan menjunjung tinggi
Kejujuran dan keluhuran pendidikan
Serta susila mahasiswa

Kami berjanji ..
Akan setia pada almamater
Institut Teknologi Bandung
Serta bangsa dan Negara kami
Republik Indonesia
Demi itu kami mohon, Tuhanku
Rahmat dan tuntunan-Mu


Ikrar Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Kami, mahasiswa Institut Teknologi Bandung
Sadar, bahwa kami hanyalah sebagian kecil dari rakyat Indonesia
Yang berkesempatan untuk menikmati pendidikan atas beban rakyat Indonesia
Sadar, bahwa kami dituntut untuk berperan dalam perbaikan dan pembaharuan masyarakat Indonesia
Sadar, bahwa pada pundak kami ini tertumpu harapan masa depan Indonesia

Karenanya :
  1. Kami tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri, harus mendahulukan kebutuhan masyarakat
  2. Kami tidak akan menunda-nunda tindakan kami untuk berperan dan membuat perubahan mulai dari diri kami sendiri
  3. Kami akan bekerja keras untuk mewujudkan harapan rakyat bangsa, dan Negara Indonesia serta almamater Institut Teknologi Bandung.

Ikrar ini segera kami buktikan,
Dalam tindakan nyata dari kami

Kita harus segera menjawab. Kita harus segera membuktikan!




Dani Andipa Keliat
20 Mei 2011
Untuk sebenar-benarnya Kebangkitan Nasional.
Demi Tuhan, untuk Bangsa, dan Almamater.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar