Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
10 April 2016
Sebuah Sajak Tentang Perjuangan Hidup
Sebuah sajak dari Wiji Thukul untuk mengisi kembali semangat berjuang... Puisi Untuk Adik Apakah nasib kita terus akan seperti seped...
18 Maret 2015
Aku adalah Tsunami
Aku adalah Tsunami Jika engkau bermetafora seolah aku adalah ombak, maka dengar lah Kasih, aku jelaskan bahwa aku adalah Tsunami. Aku t...
24 Juni 2014
Selamat Datang, Pagi
Selamat Datang, Pagi Selamat datang, Pagi. Engkau yang tak ku kejar, tapi selalu mendatangiku. Engkau yang selalu menjadi awal dari...
04 September 2013
Panjat Tebing Kehidupan
Kawan-kawan seperjuangan, Kita, detik-detik ini, seperti akan memanjat tebing kehidupan Ia bisa jadi jalur dengan jarak terpendek untuk m...
10 Juni 2012
Debu Jakarta
Jakarta, Jakarta Mengingatkan aku pada kau dalam kebisingannya kau, satu yang ramai Aku si debu, yang tak kau pertimbangkan kehadiran...
Kau Ingin, atau Obsesi?
Kau memang terbiasa mengumpati apa yang tak kau dapatkan Meskipun ia tiada sama sekali salah Memang kau tak layak untuk aku, dia, atau ...
07 April 2012
Sore Itu Di Sanggara
Sore itu di Sanggara, Di antara dinding-dinding alam yang berlumut dan pepohonan hijau Sejenak kita berbicara Tentang merdeka, dama...
20 Maret 2012
Ludahi Saja
Engkau memang tak mengerti tentang pertimbangan nalar atas pekerti Kau hanya kenal rasa, ialah angkuh, benci, dan sakit hati Kenakan lah...
13 Maret 2012
Sajak Kebebasan
Jiwa kami ingin berontak! Dari keadaan yang memaksa kami tunduk, bertopeng dan bermantel Jiwa kami ingin berontak! Atas ketidakakur...
05 Desember 2011
17 November 2011
Pertanyaan Kami Tentang Pendidikan
Pendidikan, Semestinya menghapuskan kelas sosial dan perbedaan-perbedaan Menghapus diskriminasi dan penindasan Menjadi kekuatan dan...
26 Mei 2011
Kepada Para Calon Sarjana
Sarjana-sarjana karbitan Buah-buah pendidikan yang matang tergesa-gesa Tak mengalami proses oleh alam, menguning karena dipaksa Tak...
10 Mei 2011
Pemuda Hari Ini
Pemuda hari ini adalah para pengkhianat fajar Yang masih terlelap dalam tidurnya kala mentari hendak menyapa terbuai oleh mimpi-mimpi...
Siapa?
Siapa yang bisa dipercaya? Saat dunia penuh tipu daya Ketika lumrah manusia saling memperdaya Kala keikhlasan dijawab dengan penindasa...
28 April 2011
Menyapa...
Aku merindukanmu, dalam lembutnya belaian angin Tangkuban Parahu yang menyapu Sunken Court kita yang sunyi. Meninggalkannya dalam dingin t...
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)










%20-%20square.jpg)
