26 April 2011

Kepribadian Manusia Dari Sikapnya Terhadap Kritik

0 comments
Sejatinya, tak ada satu pun manusia yang senang dikritik. Suatu kritik terhadap seseorang pun pasti akan ditanggapi dengan cara yang berbeda pula. Aku memperhatikan cara orang - orang yang pernah ku temui menyikapi kritik yang dilayangkan terhadapnya.

Ada yang bersikap mempertahankan diri dengan muka tebal, selalu merasa benar. Tipe manusia seperti ini adalah manusia yang seringkali susah introspeksi dan refleksi diri. Menyikapi orang seperti ini adalah dengan menyampaikan kritik secara halus melalui pembicaraan dari hati ke hati dalam suasana santai. Secara kepribadian, mereka adalah orang dengan ego yang tinggi. Sikap mereka terhadap kritik adalah seringkali karena mereka tak mau direndahkan di depan orang lain.

Namun, ada pula tipe manusia yang mempertahankan diri di depan umum lalu merenung setelah pertemuan selesai. Tipe orang seperti ini menurutku adalah orang emosional. Ia hanya tidak terima disalahkan di atas panggung. Biasanya, setelah perenungannya ia akan mengubah apa yang dikritik menjadi lebih baik, namun tak jarang ada unsur 'dendam' terhadap kritikus bahwa akan ada 'pembuktian' dari dirinya bahwa ia mampu melakukannya dengan lebih baik.

Beberapa memilih untuk diam ketika dikritik dan memendamnya, serta memikirkannya dalam - dalam. Tipe orang seperti ini adalah tipe orang melankolis, atau lebih dikenal dengan orang yang perfeksionis. Kesalahan yang dilihat orang lain terhadap kinerja / sikapnya adalah suatu hal besar yang harus segera diperbaiki secara signifikan.

 Ada pula orang yang seolah menerima ketika dikritik di atas panggung, namun ternyata mengumpat di belakang layar. Orang seperti ini adalah umumnya orang susah introspeksi diri namun baginya citra adalah segalanya. Sehingga yang dilakukannya adalah merupakan penjagaan citra belaka. Pernah ku temui orang seperti ini, dan menurutku ketika orang seperti ini menjadi penguasa, bukanlah tak mungkin ia akan jadi diktator. Kritikus yang mengkritiknya akan dimusnahkan di belakang. Tentu kita ingat dengan julukan "The Smiling General" yang pernah diberikan kepada seorang penguasa di negeri ini yang pada akhirnya dijatuhkan oleh mahasiswa pada tahun 1998 lalu. Sikap beliau yang selalu tersenyum di atas mimbar ketika dikritik, namun berefek terhadap 'hilangnya' para kritikus setelah kejadian itu.

Kita termasuk yang mana?

Dani Andipa Keliat
26 April 2011




Tidak ada komentar:

Posting Komentar